[DARURAT] 7 Faktor – Faktor Kemiskinan dan Cara Mengatasinya

Faktor Kemiskinan – Setiap orang pasti pernah merasakan bokek atau tak punya uang, saat dompet kering sehingga harus makan serba irit, yaitu makan mie instan setiap hari sampai menunggu tanggal gajian. Saat berpergian ikut nebeng orang lain, bahkan harus ditutup sementara dengan berhutang ke orang lain.

Namun, beberapa kesusahan di atas bukanlah  indikator terjadinya kemiskinan, Anda merasa bahwa hidup mu sangat sulit dibandingkan orang lain. Padahal Anda sudah memiliki pekerjaan ataupun latar belakang pendidikan yang lumayan dari orang lain.

Selain itu yang Anda perlukan adalah  ilmu manajemen keuangan yang lebh baik dari biasanya, agar saat di akhir bulan keuangan Anda cukup untuk memenuhinya, bahkan sisa uang yang ada bisa untuk ditabung kembali.

Bicara tentang kemiskinan yang lebih luas tidak melulu tentang tidak memiliki uang. Pada intinya kemiskinan merupakan tidak adanya kemampuan seorang atau lebih untuk mencapai kehidupan yang layak, dan mereka tidak memiliki harapan dan perubahan hidup.

Sebagai contoh, misalkan Anda seorang mahasiswa yang berkuliah ditempat jauh dari tempat kelahiranmu (merantau), namun masih memiliki impian dan keuangan yang tepat mewujudkannya. Sementara, ditempat yang lain masih banyak orang-orang yang tidak mengenal bangku sekolah.

Disebabkan mereka tak memiliki uang untuk membayar biaya pendidikan, membeli pakaian seragam, buku dan sebagainya. Mereka termasuk miskin karena tidak terdapat fasilitas untuk melakukan perubahan kehidupan. Seandainya pendidikan mereka baik maka kehidupan mereka juga akan meningkat.

Untuk lebih jelas mari simak 7 faktor-faktor kemiskinan, agar kita paham tentang kehidupan.

7 Faktor-Faktor Kemiskinan

Faktor Kemiskinan

http://politiktoday.com

Faktor Kemiskinan [PERTAMA] adalah Pengangguran

Faktor pertama dari 7 Faktor-Faktor Kemiskinan lainnya adalah penganguran. Kita melihat saat ini jumlah penduduk  Indonesia sangat banyak, semakin tahun jumlahnya selalu bertambah.

Faktor Kemiskinan

pemerintahpajak.com

Kemudian kampus-kampus sudah meluluskan jutaan mahasiswa yang siap terjun untuk mencari kerja, dengan jumlah penduduk yang banyak serta dengan para sarjana yang sama-sama bersaing untuk mendapatkan pekerjaan, sedangkan apa yang terjadi? Yang diterima mungkin hanya beberapa persen dari jumlah yang melamar.

Akhirnya penduduk tanpa pendidikan tak mendapatkan bagian, ditambah sebagian besar mahasiswa kalah bersaing dengan kawan-kawan yang lain, akibatnya pengangguran pun terjadi dimana-mana.

Selain itu pengangguran juga  dapat menimbulkan  kerugian bagi masyarakat, yaitu pengangguran dapat menjadikan orang biasa menjadi pencuri, perampok, dan pengemis yang akan meresahkan masyarakat sekitar.

Tingkat Pendidikan Yang Rendah

Faktor Kemiskinan

naziahhalwa.blogspot.co.id

Faktor kedua dari 7 Faktor-Faktor Kemiskinan lainnya adalah tingkat pendidikan yang rendah. Tidak adanya ilmu pengetahuan, wawasan yang lebih dan kerampilan,  masyarakat tidak akan mampu untuk meningkatkan kehidupanya menjadi lebih baik. Karena dengan pendidikan masyarakat bisa paham bagaimana cara untuk  mendapatkan dan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan manusia.

Dengan belajar, orang yang awal belum bisa menjadi bisa, salah menjadi benar, dan sebagainya Maka dengan tingkat pendidikan yang rendah masyarakat akan dekat dengan kemiskinan.

Saat ini kita yang diam dikota mungkin sudah terbilang gampang untuk meraih pendidikan yang layak, berbeda dengan di desa tertinggal jauh dari pendidikan.

sepertinya penulis utarakan di atas, seharus para sarjana-sarjana yang sudah memiliki ilmu yang baik mereka tidak hanya terfokus untuk mencari lapangan pekerjaan, tapi bantu pemerintah untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

Bencana Alam

 

Faktor Kemiskinan

santrigaul.net

Faktor ketiga dari 7 Faktor-Faktor Kemiskinan lainnya adalah Bencana Alam, memang tak dapat kita hindari, karena ini datangnya langsung dari Allah SWT.

Tapi kita setidaknya paham, bahwa penyebab banjir karena kita sering membuang sampah sembarang, bahwa tanah longsor disebabkan penebang pohon tanpa izin, gunung meletus dan tsunami memang terjadi pemanasan global yang terjadi di dunia ini, maksudnya apa?  semua itu sebenar bisa kurangi kejadian bencana Alam tersebut dengan melakukan langkah kecil.

Setelah sudah terjadi Banjir, tanah longsor, gunung meletus, dan tsunami yang menyebabkan gagalnya panen para petani, kita menyalahkan alam, padahal terjadi memang kesalahan kita bersama. Sehingga tidak panen tidak ada bahan makanan untuk dikonsumsi dan dijual. Kesulitan bahan makanan dan penghasilan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kebodohan

Faktor Kemiskinan

wocoan.com

Faktor keempat dari 7 Faktor-Faktor Kemiskinan lainnya adalah adalah kebodohan. “Bodoh” disini bukan berarti, kalau misal Anda bersekolah, Anda akan mendapat nilai jelek. Bukan seperti itu. Namun lebih kepada tidak adanya fasilitas pendidikan yang mereka butuhkan dalam kehidupan mereka.

Misal, Seorang nelayan yang mereka butuhkan adalah ilmu fisika tentang membaca arah angin laut, seorang penjahit pakaian yang kita beri adalah ke ahlian bagaimana cara membuat pola pakaian yang sesuai keperluan

Penyakit

Faktor Kemiskinan

apki.or.id

Faktor kelima dari 7 Faktor-Faktor Kemiskinan lainnya adalah penyakit. Dengan luasnya wilayah suatu negara, pasti ada suatu wilayah yang belum terdapat fasilitas kesehatan yang modern, mereka tak mengenal dengan nama pengobatan modern, masyarakat miskin terjebak dengan mitos-mitos penyakit, yang pada akhirnya berujung kepada kematian.

Mereka belum paham bagaimana cara menjaga kesehatan yang benar. Keterbatasan kondisi tubuh seperti itu membuat mereka tak mampu dengan maksimal untuk bekerja dalam meraih kesejateraan

Permasalahan ini juga meliputi, sanitasi, akses air bersih dan pengetahuan akan pencegahan penyakit.

Ketidakacuhan

Faktor keenam dari 7 Faktor-Faktor Kemiskinan lainnya adalah ketidakacuhan. Secara umum permasalah kehidupan berasal finansial yang kurang, ini membuat keadaan orang makin miskin, dan kurang memilki semangat untuk hidup atau optimisme. Padahal solusi dari kemiskinan itu bisa dilakukan dengan cara optimis atau semangat hidup.

Karena mereka tidak memiliki rasa optimis maka berimbas kepeda rasa ketidakpedulian mereka pada diri sendiri, orang lain dan keluarga, yang mereka lakukan hanyalah menyerah dengan keadaan.

Seharusnya mereka yang memiliki pendidikan yang baik harus menumbuhkan rasa kepedulian mereka, dengan cara kembali ketempat tinggal mereka, dan manfaatkan apa yang ada agar menciptakan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.

Ketidakjujuran

Faktor ketujuh dari 7 Faktor-Faktor Kemiskinan lainnya adalah Ketidakjujuran. merupakan penyebab utama terjadi kemiskinan, semakin banyak orang tidak jujur maka kemiskinan akan terus terjadi. Kita melihat sendiri, siapa yang harus disalahkan kita sebagai rakyat ataukah pemerintah pusat?

Dari awal sebagian rakyat kita sudah di ajarkan ketidakjujuran dalam hal pemilu, rakyat di suruh memilih demi Rp.50.000, alhasil terpilih lah orang-orang yang dirinya melakukan kecurangan, dengan cara mengeluarkan banyak biaya untuk kemenangan mereka, setelah terpilih apa yang terjadi?

Ya, betul memeka akan berusaha untuk meraup modal yang mereka keluarkan saat pemilu dengan cara korupsi. Barapa banyak uang negara kita mereka ambil, juta, ratusan juta, bisa sampai dengan triliyun rupiah.

Kasus, seorang pejabat pemerintah mungkin mencuri 100 juta rupiah dari anggaran pendidikan, sebenarnya ia sedang mengambil 400 juta rupiah, atau lebih banyak lagi. Kok bisa begitu?

Seharusnya 100 juta itu bisa memperbaiki kehidupan 100 pelajar misalnya, dan ke-100 pelajar itu bisa mengembalikan manfaat itu kepada lingkungan sekitarnya. Hilangnya 100 juta tersebut memberikan dampak yang mendalam dan meluas pada kemiskinan masyarakat

Ketergantungan

Ini nih, salah satu hal terpenting yang harus kamu tahu: fakta di lapangan menyebutkan bahwa santunan belum tentu sepenuhnya menyelesaikan masalah kemiskinan! Ketika orang miskin ‘terbiasa’ diberi donasi, akan sulit bagi mereka mandiri secara finansial. Mental mereka adalah mental ‘menerima’, sedangkan solusi bagi kemiskinan adalah pekerjaan dan pendidikan.

Terlalu sering memberi ikan kepada mereka, sehingga mereka hanya tergantung untuk menunggu yang siap dimakan, padahal mereka lebih baik di kasih pancing agar mereka mengerti bagaimana cara mencari ikan yang benar, dan akhirnya tidak bergantung lagi.

Santunan belum tentu sepenuhnya dapat mengurangi kemiskinan, ketika orang miskin terlalu sering diberi santuan, akan membuat mereka sulit untuk hidup mandiri secara keuangan dan penyabab mental yang tumbuh dala dirinya dalah mental menerima. Seharunya solusi yang mereka butuhkan pekerjaan dan pendidikan.
Jadi, cara paling tepat untuk mengatasai kemiskinan adalah memberi mereka pancing atau kesempatan untuk lebih sehat, lebih mandiri, lebih berdaya, dan lebih berpengetahuan.

Cara mengatasi kemiskinan yaitu salah satu dengan sama-sama berjuang dengan melibatkan seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarat.

Mulai dari membangun manusia yang benar, pemilu yang sesuai nilai-nilai kejujuran, menambah lapangan pekerjaan bisa dari pemerintah atau para sarjana denga cara menanamkan jiwa enterprenuer. Pembangunan dan pendidikan yang merata.

Pasti memerlukan waktu yang lama, tapi kita lakukan sekarang, “segala sesuatu aka indah pada akhirnya apa bila kita persiapakan dari sekarang”

Leave a Reply