Idul Adha, Serta puasa yang sayang dilewatkan

Idul Adha – Menurut Wikipedia adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim, yang bersedia untuk mengorbankan putranya untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba.

Idul Adha, Serta puasa yang sayang dilewatkan

Idul Adha

liputan6com

Sudah tahukah Anda terdapat ibadah sunah yang luar biasa besar pahalanya sebelum kita melaksanakan salat Ied dan berkurban di hari raya? Ibadah sunah tersebut adalah ibadah puasa sebelum Idul Adha.

Menjelang Iduladha, ada tiga puasa sunah yang dianjurkan untuk umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji, agar dapat merasakan kenikmatan yang sama seperti para jamaah haji.

Masing-masing puasa yang dianjurkan memiliki ganjaran pahala yang berbeda-beda. Berikut ini tiga puasa sunah menjelang Iduladha.

1. Puasa Zulhijah

Puasa sunah ini dilakukan selama tujuh hari dimulai sejak tanggal 1 hingga 7 Zulhijah. Meskipun dilakukan selama tujuh hari berturut-turut, keutamaan yang Anda peroleh saat puasa Zulhijah berbeda-beda setiap harinya.

– 1 Zulhijah: Merupakan peristiwa di mana pada hari itu, Allah Swt. mengampuni Nabi Adam As. di Arafah, maka diampunilah pula dosa-dosa orang mukmin yang berpuasa di hari itu.

– 2 Zulhijah: Merupakan peristiwa di mana pada hari itu, Allah Swt. mengabulkan doa Nabi Yunus As. dan akhirnya mengeluarkannya dari perut ikan Nun. Maka, jika berpuasa di hari itu, seperti beribadah dan berpuasa satu tahun tanpa melakukan maksiat.

– 3 Zulhijah: Merupakan peristiwa di mana pada hari itu, Allah Swt. mengabulkan doa dari kesabaran Nabi Zakariya As. yang memohon untuk dikaruniai keturunan, maka akan dikabulkanlah doa umat yang berpuasa di hari itu.

– 4 Zulhijah: Merupakan peristiwa di mana pada hari itu, Nabi Isa As. lahir ke dunia, maka diberkahilah mereka dengan dihilangkan segala kesusahan dan dikumpulkanlah mereka nanti bersama orang-orang mulia di hari kiamat.

– 5 Zulhijah: Merupakan peristiwa di mana pada hari itu, Nabi Musa As. dilahirkan, dan diangkat derajatnya. Maka terlepaslah mereka dari sifat munafik dan siksa kubur bagi yang melaksanakan puasa di hari itu.

– 6 Zulhijah: Merupakan peristiwa di mana pada hari itu, Allah Swt. membukakan pintu kebaikan semua nabi. Maka bagi mereka yang melaksanakan puasa di hari itu, akan dipandang Allah Swt. dengan penuh rahmat dan kasih sayang.

– 7 Zulhijah: Mereka yang berpuasa pada hari itu, akan dihindarkan dari 30 pintu kesukaran dan dibukakan 30 pintu kemudahan untuknya.

Berikut ini niat puasa Zulhijah:

Nawaitu shauma syahri dhilhijjati sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat berpuasa di bulan Zulhijah, sunah karena Allah taala.”

2. Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah dilakukan sehari setelah puasa Zulhijah, yakni 8 Zulhijah. Berdasarkan hadis, Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Barang siapa yang menjalankan puasa Tarwiyah maka akan dihapus dosa satu tahun silam yang telah terlewati.”

Berikut niat puasa Tarwiyah:

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat berpuasa Tarwiyah, sunah karena Allah taala.”

3. Puasa Arafah

Idul Adha

muslimobsessioncom

Puasa sunah terakhir menjelang Iduladha adalah puasa Arafah yang dilaksanakan pada 9 Zulhijah. Puasa Arafah merupakan puasa sunah yang dilaksanakan pada hari Arafah, yakni pada saat dilangsungkannya wukuf di tanah Arafah.

Keutamaan puasa Arafah tertuang dalam riwayat Abu Qatadah Rahimahullah. Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang.” (HR. Muslim)

Berikut niat puasa Arafah:

Nawaitu shouma ‘arofata lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat berpuasa Arafah karena allah taala.”

Selain itu ganjaran bagi orang yang puasa sebelum Idul Adha bagi mereka adalah akan dimudahkan kematiannya, diterangi kuburnya selama di alam barzah, diberatkan timbangan amal baiknya di Padang Mahsyar, dan diselamatkan dari kejatuhan di dunia, serta ditinggikan martabatnya di sisi Allah Swt.

 

Artikel Terkait:

Leave a Reply