Keuntungan Kuliah Kerja Nyata di Desa Binaan

Desa Binaan Tak semudah yang kalian pikirkan

www.iain-antasari.ac.id

Keuntungan Kuliah Kerja Nyata di Desa Binaan – Ditulisan di atas sudah ku jelaskan desa binaan ialah desa yang dimana menjadi tanggungan dari IAIN, yaitu tetapnya didesa Padang Sari Kec Binuang kab Tapin. Dari informasi bapa camat dan ibu lurah mereka berdua bergantian memberikan gambaran tentang keadaan desa padang sari.

hanya beberapa bulan ini ada pergantiaan Alhamdulillah pembakal sekarang berasal dari agama Islam yaitu ibu mariyatul.

Ibu memberikan suatu was was agar berhati-hati jaga sikap, karena sebelum beliau terpilih terjadi konflik politik dan konflik tentang pembuatan rumah ibadah, jadi para warga nasrani menuntup ingin pembukaan gereja yang baru, namun tidak disetujui karena kurang persyaratan, dalam undang-undang sudah dijelaskan bagaiaman syarat-syarat pembuatan ibadah.

Ujar beliau baru beberapa tahun ini Islam mulai masa perkembangan, jadi aku teringat film 99 cahaya eropa, waaawww jadi merasa tertantang, bagaimana kehidupan disana, dan belajar menguatkan Iman kita, kalau nantinya kawan-kawan juga diletak didaerah yang sama berjuanglah.

Dan aku teringat kata-kata pas pembekalan kemaren yaitu “ikan yang berenang disungai tenang tidak melakukan apa-apa, berbeda dengan ikan yang berenang di air deras akan berusaha keras bergerak gesit” intinya apa, bahwa kita berada dikehidupan yang penuh tantangan, kita akan bekerja keras untuk berusaha. Okeyy mantap semangat-semangat.

Nah, jadi buat kawan-kawan ku yang merasa tidak terima dengan keadaan kami didesa binaan, tahu bagiamana tantangannya, tidak semudah yang kalian bayangkan, jadi patuh lah kita bersyukur, desa binaan ataupun bukan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, sekarang kita sama-sama berjuang, jadi buat sahabatku inilah kisah didesa binaan.

Nanti selangkapnya problem yang di alami akan di kupas dengan pisau dan geregaji hehhe.
Makan sudah, minum sudah, berbincang-bincang sudah, saatnya menuju tempat KKN tetapnya sekitar jam 11 lewat, seperti yang disebutkan di atas kami kelompok pertama di letakan di desa Padang Sari yang terdapat 1 Rw 4 RT, sedangkan kami di letakkan di RT 1, tetapnya Bago, ya Bago warga sana menyebutnya, untuk kelompok kedua diletakan di tanah rata yaitu RT 4 nya padang sari.

Kalian mendengar tanah rata pasti berpikiran tempat itu datar, tidak bergelombang, namun kenyataaannya apa, nama tidak sesuai dengan fakta, jalannya naik turun gunung broo, hahaha

Tempat tinggal aku dan kawan-kawan untuk kelompok pertama dibagi lagi 2 bagian karena nggak mungkin kami tinggal serumah dengan teman wanita-wanita kami. Dalam hati “mmmmmmmmm” hehee Jadi untuk aku, roby, anto diletakan di TPA Raudhatul Jannah unit 024, jadi sebelum kedatangan kami para warga sudah menyiapakan TPA itu, untuk diberi sekat buat kami para lelaki kesepian bertinggal.

Disanalah nantinya, kami bermasak, disanalah, kami tidur, disanalah nantinya aku menulis cerita ini. Terdapat satu pintu yang didepannya ada jendela, ukurannya sangat besar 2.5 m x 4 meter, eetttt bukan me efeknya, tapi ini terlihat besar bagi orang-orang bersyukur. Heheh bijakk lagi hahaha. pokok ambillah yang sekira bermanfaat yaa.

TPA itu berdampingan dengan mesjid nurul jadid ini memudahkan aku dan kawan laki untuk melaksanakan program keagamaan Sedangkan kawan-kawan wanita kami, diletak di pukesdes yang jaraknya lamayan jauh, sesuai perjanjian di awal para wanita yang memasak untuk kami, pagi, siang, malam, pagi siang malam.

Sebelumnya aku dan kawan-kawan laki-laki sangat berterima kasih kepada mereka berdua yang mau memasakan, menyiapkan segalanya.

Hari pertama ini, hal yang kami lakukan hanya beradaptasi bagaimana mengenal keadaan kampung, satu hal yang tidak terlupakan untuk hari pertama ini, ibu kades sudah menghabiskan uang sejumlah 700.000 untuk membeli kasur, sapu, bak sampah, tikar, dan membelikan makanan.

Jadi kami sangat berterima kasih, baru hari pertama sudah begini begitu, jadi dalam hati ku berucap “ waduh bagaimana kami cara membalas kebaikan ibu kades ini, pikiran ku cuma satu, harus bisa memberikan manfaat sesuai yang aku bisa” apapun itu berikan terbaik buat-buat orang yang sudah baik dengan kita.

Ingat lah kebaikan orang di sekitar kita jangan keburukan yang di ingat. Untuk diri kita ingatlah keburukan kita jangan mengungkit kebaikan diri kita sendiri.

Satu hal juga yang kudapat dihari pertama yaitu antusias para anak-anak di desa padang sari, jadi kami disambut dengan teriak-teriakan, kakak kakak kakak, tangan mereka dilambai-lambai seraya kami adalah seorang artis yang terkenal.

Ini meraka yang akan menjadi bidadari kecilku, yang menemani aku dan kawan-kawan hehehe, nanti dulunya perkenalan teman-teman kecilku. Bersambung…

cerita selanjutnya masih www.hatma.net, ini hanya beberapa Keuntungan Kuliah Kerja Nyata di Desa Binaan, sebenarnya masih banyak yang ingin diceritakan disini. tunggunya kelanjutan ceritanya.

yang belum membaca Tujuan dan Manfaat KKN bisa baca http://hatma.net/tujuan-dan-manfaat-kuliah-kerja-nyata-kkn/

Leave a Reply