Tari Adat Kalimantan Timur #8 yang Menakjubkan

Tari Adat Kalimantan Timur – Selamat siang para sahabat HATMA. NET gimana nih kabar lingkungan kalian, apakah masih diselimuti asap tebal. Tetapi alhamdulillah ya pemerintah sudah membuat hujan buatan dan akhirnya membuahkan hasil. Untuk di daerah Kalimantan Selatan pada hari senin kemarin sudah turun hujan yang cukup lebat namun hanya beberapa menit saja. Mudah – mudahan di tempat kalian menyusul. Amin.

Menyambung artikel yang kemarin, kita akan sedikit bergeser ke Kalimantan Timur. Katanya banyak juga nih kebudayaan yang unik – unik, contohnya seperti tari adat nya. Ada banyak tari adat yang berasal dari Kalimantan Timur yang sangat unik dan juga menakjubkan.

Menurut Wikipedia, Tari adalah gerak tubuh yang secara berirama senada dengan alunan musik yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Bunyi-bunyian yang disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin disampaikan. Gerakan tari berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berlari, berjalan, atau bersenam. Menurut jenisnya, tari digolongkan menjadi tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi baru.

[toc]

Tari Adat Kalimantan Timur #8 yang Menakjubkan

Tari Adat Kalimantan Timur
youtubecom

Baik langsung saja kita bahas satu – persatu mengenai tarian – tarian adat yang berasal dari daerah Kalimantan Timur yang sangat unik dan mengesankan.

1. Tari Gantar

Tari Adat Kalimantan Timur
kamerabudayacom

Tari Gantar merupakan tari pergaulan muda-mudi oleh Suku Dayak Benuaq dan Suku Dayak Tunjung yang ada di Kabupaten Kutai Barat. Sebuah ekspresi kegembiraan serta keramah-tamahan mereka ketika menyambut tamu, baik wisatawan atau orang-orang yang dihormati.

Tarian yang pada awalnya menjadi bagian upacara panen padi ini kental nuansa keakraban. Hal itu terlihat ketika para penari mengajak para tamunya ikut menari. Versi lain menyebutkan bahwa tarian ini dulunya diperagakan untuk menyambut para pahlawan dari medan perang.

2. Tari Enggang

Tari Adat Kalimantan Timur
youtubecom

Tarian Adat Kalimantan Timur selanjutnya merupakan tarian dari Suku Dayak Kenyah, yakni Tari Enggang. Tari yang dalam bahasa lokalnya disebut Kancet Lasan ini sangat erat hubungannya dengan burung enggang (rangkong).

Burung enggang sangatlah dimuliakan oleh masyarakat Dayak Kenyah. Mereka percaya bahwa leluhur mereka berasal dari langit dan turun ke bumi menyerupai burung enggang. Tarian ini tercipta untuk merepresentasikan kehidupan sehari-hari burung tersebut.

Untuk menggambarkan keseharian burung enggang, maka Tari Kancet Lasan mengusung gerak dasar perumpamaan burung tersebut. Oleh karena pentingnya kesenian ini dalam budaya Dayak, Tari Kancet Lasan seolah menjadi tarian wajib dalam setiap even.

3. Tari Hudoq

Tari Adat Kalimantan Timur
traveldetikcom

Tarian Daerah Kalimantan Timur lain dari masyarakat sub-etnis Dayak adalah Hudoq. Tarian festival bertopeng dan berkostum yang dipertunjukkan sebagai ungkapan rasa syukur juga doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sehubungan dengan tanam dan panen padi.

Hudoq berarti menjelma. Menjelma menjadi burung sehingga menggunakan topeng burung. Dikatakan juga bahwa Hudoq merujuk pada 13 jenis hama perusak tanaman. Dalam tarian ini digambarkan bagaimana dua manusia Hudoq mengejar dan membasmi Hudoq hama.

Sesuai tradisi, festival Hudoq digelar setiap tahun ketika selesai menanam padi, antara bulan Sepetember-Oktober. Secara turun-temurun Hudoq digelar secara berpindah-pindah, dari desa ke desa lain. Melibatkan seorang pawang dalam pelaksanaan upacaranya.

4. Tari Kancet Papatai

Tari Adat Kalimantan Timur
youtubecom

Kancet Papatai merupakan tarian perang Suku Dayak Kenyah. Karena popularitasnya, tarian inilah yang mewakili tari perang Kalimantan Timur. Sebuah seni tari yang berkisah tentang pahlawan suku Dayak Kenyah dalam menghadapi musuh-musuhnya.

Oleh karena bertemakan perang, tidak ada gerak lemah gemulai di dalamnya. Gerakan yang dihadirkan cenderung lincah, gesit dan penuh semangat. Semakin berapi-api ketika diwarnai teriakan khas Dayak dalam adegan peperangan yang diperagakan penari.

Secara keseluruhan, tarian ini mewakili keperkasaan dan keberanian kaum laki-laki Dayak Kenyah. Perang adalah sebuah keniscayaan bagi bertahannya suatu suku, dan Kancet Papatai merupakan bentuk pertahanan diri yang dikemas dalam bentuk seni.

5. Tari Ganjur

Tari Adat Kalimantan Timur
indonesiakayacom

Tari Ganjur atau Tari Ganjar Ganjur merupakan tarian Kalimantan Timur yang merupakan hasil akulturasi kebudayaan Kutai-Jawa. Dalam sejarahnya, pada masa pemerintahan Maharaja Sultan, Kerajaan Kutai Kartanegara pernah berinteraksi dengan Kerajaan Majapahit.

Sisi akulturasi dengan kebudayaan Jawa, salah satunya terlihat pada alat musik gamelan yang mengiringi Tarian Ganjur. Ada demung, saron, bonang, gender, dan juga kendang yang sama persis dengan perangkat Gamelan Jawa.

Tari Ganjur merupakan tarian sakral yang disajikan pada acara-acara khusus. Selain untuk penyambutan tamu agung, penobatan Sultan Kutai, keberadaannnya juga menjadi bagian dari rangkaian tirual Bepelas dalam Festival Erau.

Penarinya adalah pria dan wanita kerabat dari Keraton Kutai. Penari pria biasa diistilahkan dengan “Beganjar” dan penari wanitanya “Beganjur”. Ganjur sendiri merujuk pada properti sejenis gada kayu berlapis kain yang digunakan dalam tarian ini.

6. Tari Kancet Ledo

thegorbalsiacom

Kancet Ledo atau juga dikenal sebagai Tari Gong merupakan tarian Kalimantan Timur yang juga dari Suku Dayak Kenyah. Tarian ini dipertunjukkan saat upacara menyambut tamu agung, termasuk untuk menyambut kelahiran seorang bayi kepala suku mereka.

Tari Kancet Ledo adalah tarian yang sarat akan makna. Sebuah penggambaran tentang kelembutan seorang wanita. Kecantikan, kepandaian, serta kelemah-lembutan wanita diungkapkan secara manis di atas sebuah gong. Karena itu disebut juga Tari Gong.

Tarian ini ditampilkan dalam kesederhanaan. Hal itu cukup terlihat pada gerak dan musik pengiringnya. Hanya ada beberapa segmen gerakan tubuh yang cenderung di ulang-ulang, terlebih ketika penari bersiap menuju, di atas maupun saat turun gong.

7. Tari Datun Julud

youtubecom

Masyarakat Dayak Kenyah dikenal memiliki banyak ragam tari. Selain yang telah disebutkan di atas, ada lagi tarian Datun Julud atau Kancet Datun Julud. Salah satu tarian wajib Dayak Kenyah yang selalu ditampilkan dalam beragam upacara adat mereka.

Tari ini biasa diperagakan oleh penari wanita, bisa perorangan maupun berkelompok. Tarian Datun Julud biasanya disajikan untuk memeriahkan hari-hari besar ataupun untuk merayakan kedatangan pelawat ke Rumah Panjang terutama pelancong dari luar negeri.

Ketika di persembahkan di Rumah Panjang, penarinya akan menari mengelilingi ruai Ketua Kampung. Mereka menari dengan lemah gemulai, terkadang juga bertempo cepat, melenggok dan mengayunkan tangan. Properti yang digunakan adalah bulu burung enggang.

8. Tari Topeng Kutai

idwikipediaorg

Tari Topeng Kutai merupakan salah satu tarian Kutai yang disajikan untuk kalangan keraton saja. Ditarikan oleh penari-penari tertentu sebagai hiburan bagi keluarga kerajaan. Selain itu, juga biasa dipertunjukkan saat penobatan Raja, perkawinan, kelahiran dan penyambutan tamu keraton.

Tari Topeng Kutai terbagi dalam beberapa jenis. Di antaranya ada Tari Topeng Penembe, Topeng Kemindhu, Tpeng Patih, Topeng Temenggung, Topeng Kelana, Topeng Wirun, Topeng Gunung Sari, Topeng Panji, Topeng Rangga, Topeng Togoq, Topeng Bota, dan Topeng Tembam.

Dalam sejarahnya, tarian-tarian ini terkait hubungan dengan seni tari dalam Kerajaan Singosari dan Kerajaan Kediri. Hanya saja, gerak tari dan irama Gamelan pengiring sedikit berbeda dengan tari di dua kerajaan Jawa tersebut. Selebihnya, cerita dan kostumnya hampir sama.

Itulah tadi ada delapan tari adat Kalimantan Timur yang unik – unik. Jika anda travelling ke Kalimantan Timur anda patutu menonton tari adatnya juga, jangan hanya melihat – lihat sudut kotanya saja, tetapi juga harus menonton kebudayaannya juga.

 

Artikel Terkait:

Leave a Comment