Tari Adat Sulawesi Tengah #7 yang paling Diminati

Tari Adat Sulawesi Tengah – selamat datang kembali sahabat HATMA. NET, selamat menjalankan aktivitas dan teruslah berhati – hati saat berkendara untuk pergi ketempat kegiatan. Karena sekarang ini banyak terjadi kecelakaan yang dialami oleh para pengendara mobil maupun motor, maka dari itu saya sarankan saat hendak keluar rumah berdoa dahulu agar kita senantiasa dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Masih membahas tentang kebudayaan, tetapi sekarang kita beralih kepulau yang berdekatan dengan Pulau Kalimantan yaitu Pulau Sulawesi. Tidak kalah dari Kalimantan, Pulau Sulawesi yakni Sulawesi Tengah. Sulawesi Tengah juga menyuguhkan kekayaan alam dan kebudayaan yang sangat memanjakan mata. Ada banyak satwa – satwa unik yang berkeliaran di alam bebas tanpa ada sangkar dan kandang, dan alam yang hijau asri tanpa ada sentuh tangan manusia. Tidak hanya kekayaan alamnya saja, kebudayaannya pun juga beragam, dimulai dari upacara, bentuk rumah, dan juga tari adatnya.

Menurut Wikipedia Sulawesi Tengah (disingkat Sulteng) adalah sebuah provinsi di bagian tengah Pulau Sulawesi, Indonesia. Ibu kota provinsi ini adalah Kota Palu. Luas wilayahnya 61.841,29 km², dan jumlah penduduknya 3.222.241 jiwa (2015). Sulawesi Tengah memiliki wilayah terluas di antara semua provinsi di Pulau Sulawesi, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Pulau Sulawesi setelah provinsi Sulawesi Selatan. Gubernur yang menjabat sekarang adalah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. bersama dengan (Alm) Sudarto untuk periode kedua.

Tari Adat Sulawesi Tengah #7 yang paling Diminati

Tari Adat Sulawesi Tengah

youtubecom

Sekarang kita akan membahas tari adat Sulawesi Tengah, ada tujuh macam tarian yang sangat memukau dan indah dipandang mata. Untuk tarian tersebut langsung saja kita bahas satu – persatu.

1. Tari Dero

Tari Adat Sulawesi Tengah

youtubecom

Tari dero merupakan tari adat Sulawesi Tengah lebih tepatnya dari Kabupaten Poso. Tari dero umumnya akan dilakukan lebih dari 1 orang atau juga bisa dilakukan secara bersama sama sebagai lambang suka cita atau kebahagiaan dan ungkapan syukur pada Tuhan. Tarian ini juga menjadi tradisi masyarakat Suku Pamona yang masih terus ada dan dilestarikan hingga sekarang.

Untuk masyarakat Suku Pamona, tari ini dilakukan sebagai bagian dari salah satu pesta adat, pesta panen raya, upacara adat, ungkapan rasa syukur dan juga kebahagiaan pada Tuhan Yang Maha Esa atas semua yang sudah diberikan Tuhan kepada kita. Suku Pamona juga beranggapan jika tarian ini menjadi bentuk kerukunan dan persahabatan sekaligus kesempatan kaum muda untuk mencari pasangan. Ketika ditampilkan, para penari akan saling berpegangan tangan dan menari meski pada tarian yang sebenarnya tidak dilakukan dengan saling berpegangan tangan.

Tradisi tarian dero atau madero dengan berpegangan tangan baru dimulai di zaman penjajahan Jepang. Tari adat Dero pada awalnya hanya dilakukan di dalam Lobo yakni pusat ibadah masyarakat sebelum agama Kristen masuk ke daerah tersebut. Untuk musik pengiring, tarian dari Sulawesi Tengah ini akan diiringi musik Nggongi dan Ganda serta vokal yang akan menyanyikan syair atau pantun.

2. Tari Pamonte

Tari Adat Sulawesi Tengah

youtubecom

Tari adat pamonte merupakan cerita tentang kebiasaan para gadis Suku Kaili ketika menyambut musim panen. Tarian ini sering ditampilkan para penari wanita dengan berpakaian seperti seorang petani. Menurut catatan sejarah, tari pamonte ini sudah dikenal masyarakat daerah mulai dari tahun 1957.

Tari adat Sulawesi Tengah ini diciptakan oleh seniman besar dan juga sekaligus putra asli dari daerah Sulawesi Tengah yang bernama Hasan M. Bahasyua yang terinspirasi dari aktivitas dan kebiasaan gadis suku tersebut. Pada zaman dahulu, masyarakat Suku Kaili memang berprofesi sebagai petani sehingga memang terbiasa menyambut waktu panen dengan gembira. Tarian ini biasanya dilakukan oleh sepuluh orang wanita dan juga seorang penghulu yang disebut Tadulako sebagai pemimpin tari dan juga sekaligus memberikan aba aba pada penari lain.

Penari akan memakai busana seperti petani dan menari dengan gerakan yang khas seperti sedang menumbuk padi, menuai padi, menapis dan gerakan lainnya yang dikemas sedemikian rupa bersama properti seperti toru atau caping ketika para penari melakukan gerakan menari.

3. Tari Pontanu

Tari Adat Sulawesi Tengah

youtubecom

Tari pontanu juga merupakan tarian khas Sulawesi Tengah yang berasal dari daerah Donggala dan biasanya tari ini dilakukan oleh para wanita. Gerakan dalam tarian ini menggambarkan aktivitas wanita yang sedang menenun sarung donggala yakni sarung khas Donggala atau Buya Sabeyang biasanya ditampilkan dalam acara penting seperti festival budaya, menyambut tamu dan promosi wisata.

Untuk jumlah penarinya biasanya terdiri dari empat orang wanita atau bisa juga lebih yang dibaluti dengan busana khas. Gerakan dalam tari pontanu ini akan banyak memperlihatkan gerakan tangan yang luwes dan lembut sambil melakukan gerakan kaki menyilang. Di awal tarian akan terlihat gerakan tari kreasi dan pada tengah pertunjukan baru terlihat gerakan seperti menenun. Sedangkan untuk babak terakhir ditutup dengan gerakan membentangkan sarung khas Donggola tersebut. Tarian akan diiringi dengan Ngongi dan Ganda. Ngongi adalah alat musik menyerupai gong dan ganda merupakan alat musik seperti gendang.

4. Tari Raigo

Tari Adat Sulawesi Tengah

kamerabudayacom

Tari raigo adalah tarian provinsi Sulawesi Tengah yang menceritakan tentang kemenangan usaha, ungkapan rasa syukur atas panen dan juga kegembiraan yang kemudian disatukan untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa. Tari raigo sendiri mulai berkembang di masyarakat Sulawesi Tengah khususnya suku Kulawi.

Tarian Sulawesi Tengah ini terdiri dari beberapa jenis yakni raigo mpae atau disebut dengan raego vunja yang biasanya ada dalam rangkaian upacara vunja. Tarian ini tidak hanya menjadi hiburan namun juga sebagai bagian dari upacara adat wilayah Kulawi atau Lembah Bada.

Selain itu, ada beberapa jenis tarian raigo lain seperti raigo tarade, raigo pobalai, raigo potinowu dan juga raigo puncumania. Selain itu, tari raigo bobongka ombo akan dilakukan pada tujuh hari kematian seorang bangsawan, raigo popowata untuk menunggu jenazah, raigo poparoma untuk upacara kematian menjelang hari terakhir, raigo mpainu untuk upacara mandi bagi pahlawan yang akan berperang, raigo pantaka untuk menyambut pahlawan sesudah perang, raigo popatunahou untuk mendirikan rumah baru dan juga raigo pangkasuwia untuk menyambut tamu.

5. Tari Balia

Tari Adat Sulawesi Tengah

youtubecom

Tarian daerah dari Sulawesi Tengah yang berikutnya adalah tari balia yang berhubungan dengan kepercayaan animisme, yaitu pemujaan yang dilakukan untuk benda keramat terutama yang berkaitan dengan pengobatan tradisional pada seseorang yang terpengaruh roh jahat. Kata balia sendiri berarti tantang dan ia berarti ia atau dia sehingga jika disatukan artinya menjadi melawan setan yang sudah menyebabkan penyakit tersebut menyerang manusia.

Balia juga dianggap seperti prajurit kesehatan yang bisa menyembuhkan segala penyakit berat atau ringan dengan upacara tertentu. Sedangkan untuk mengetahui ada tidaknya setan akan ditentukan dari irama pukulan alat musik tradisional seperti lalove atau seruling dan gimba atau gendang yang mengiringi upacara tersebut.

6. Tari Torompio

youtubecom

Tari torompio adalah tarian adat Sulawesi Tengah yang dilestarikan masyarakat Suku Pamona, Kabupaten Poso. Kata torompio sendiri memiliki arti angin berputar. Pada awalnya, tarian ini terbentuk pada masa penjajahan jepang khususnya di Tanah Poso ketika pembukaan jalan Takolekaju. Tarian Sulawesi Tengah ini dipercaya berasal dari Pamona Timur yaitu Desa Taripa.

Seperti tarian lain, tari torompio akan diiringi dengan beberapa alat musik seperti gendang, karatu atau gendang guguk, gong dan juga gitar. Sedangkan busana untuk pria dan wanita akan berbeda. Untuk busana pria akan menggunakan baju banjara, siga serta salempa. Sedangkan untuk busana wanita akan memakai topi mombulu, lemba, tali bonto dan juga kamagi. Setiap syair lagu nantinya akan dinyanyikan para penari untuk menggambarkan isi hati muda mudi yang sedang jatuh cinta.

7. Tari Jeppeng

youtubecom

Tarian khas Sulawesi Tengah berikutnya adalah tari jeppeng yang menjadi tarian bernuansa Islami. Pada awalnya, tarian ini hanya dilakukan orang dewasa dengan berpasangan seperti untuk acara syukuran, perkawinan, khitanan dan jenis acara lain. Dengan berkembangnya zaman, tarian ini kembali dikreasikan sehingga juga bisa dilakukan wanita dan pria secara berpasangan diiringi dengan kesenian marawasi dan alat musik tradisional seperti viol atau biola dan juga gambus.

Itulah tadi ada tujuh macam tari adat Sulawesi Tengah yang sangat unik sekaligus mengesankan juga. Ada banyak para wisatawan yang datang, mulai dari luar kota, bahkan turis mancanegarapun datang hanya untuk melihat keindahan budaya Indonesia yang berasal dari Sulawesi Tengah ini.

 

Artikel Terkait:

Leave a Reply